Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 20

Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 20by adminon.Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 20The Bastian’s Holiday – Part 20 Chapter III Act II THE GIRL VS THE BOY By : Marucil PoV Marucil Priiiiiitttttt.. Permainanpun dimulai. Tim cewek yang pertama kali menendang bola. Dug , dug. Bola terus berindah dari kaki satu ke kaki lainya. Seperti tertarik sebuah magnet, Bola terlihat terus menempel dikaki wanita eanita cantik itu. […]

tumblr_ns14a2L3PQ1uuoey5o1_540 tumblr_nw5iogi6cb1uwy710o6_400 multixnxx-Mr.Linz' New Amateur Creampie Pics Thread -9The Bastian’s Holiday – Part 20

Chapter III
Act II
THE GIRL VS THE BOY
By : Marucil

PoV Marucil

Priiiiiitttttt..

Permainanpun dimulai. Tim cewek yang pertama kali menendang bola. Dug , dug. Bola terus berindah dari kaki satu ke kaki lainya. Seperti tertarik sebuah magnet, Bola terlihat terus menempel dikaki wanita eanita cantik itu. Kami cukup kewaahan awalnya. Kami tidak menyangka permainan cewek2 tersebut akan sehebat ini. Walau dari tim kami sudah membuat barikade sehebat apapun, namun dapat mereka tembus juga.

Nampaknya mereka bukan sekedar cewek yang hobi bermain futsal. Dari permainan mereka yang sungguh rapi. Aku yakin mereka merupakan atlit.

Pooop, Oper ke Gue poooo Seru seseorang wanita yang rambutnya di ikat kebelakang

Okeee Terima ini Sahut Wanita berambut pendek sambil menendang bola dengan cukup keras kearah rekannya itu.

Duuggg.

Bola mengarah kearah gawang. Dan wanita yang berdiri didekatnya bersiap untuk menendang. Lukman yang bertindak sebagai Kiper dari tim kami juga mulai mengambil ancang ancang. Namun matanya seperti tertuju kearah lain. Konsentrasinya sedikit buyar melihat kecantikan dari wanita yang bersiap menendang bola ke gawang yang ia jaga. Bola hamper sampai dekat kaki wanita tersebut. Dan

Duuggg.

GOOOOOLLLL.

Gol pertama untuk tim wanita. Mereka langsung bersorak, berseru atas gol pertama mereka. Dari raut wajah mereka terlihat ekpsresi menyindir. Nampaknya mereka senang telah membuat gawang tim Pria kebobolan. Tim Pria Nampak terkejut akan gol yang baru saja terjadi. Bukan karena durasinya melainkan yang melakukannya adalah seorang wanita. Beberapa dari tim Pria menampakan ekpresi tidak percaya. Beberapa tetap asik melirik beberapa wanita dengan keringat yang membasahi kecantikannya.

Ahhh gimana sih Luk, masa kaya gitu aja kebobolan sih, Protes salah seorang Tim Pria

Lukman terlihat menyesal atas kegagalannya yang pertama. Dan ia berujar akan lebih fokus lagi untuk selanjutnya. Pertandinganpun dilanjutkan. Tim Pria yang kali ini menendang bola. Hap. Rifki dan Bastia yang berada di barisan depan. Mereka saling mengoper dan menggojek si Kulit Bundar. Beberapa meter lagi dari gawang. Seseorang berperawakan besar dengan payudaranya yang juga terlihat besar sudah menghadang Bastian. Nampaknya tinggi badan mereka tidak seimbang. Bastian terlihat sangat kecil dihadapan wanita yang menjadi lawannya tersebut.

Sejenak Bastian berhenti, dengan cepat ia mencari strategi untuk melewatin penghalang ini. Ia melihat Rekanya berteriak minta bola. Rifki dan yang lainya juga meminta hal yang sama. Akhirnya Bastian memutuskan member bola kepada Willy yang berjaga paling dekat dengan gawang lawan. Namun belum saja Bastian menendang bola kepada rekannya. Wanita berbadan besar itu segera berlari kerahnya dan merebut bola dari kaki Bastian. Hup Kini Kilit Bundar sudah dikuasai kembali oleh Tim Wanita. Tapi ketika wanita tadi hendak merebut bola dari kaki Bastian, tanpa sengaja Payudaranya yang berukuran sekitar 36D itu menyenggol pundak Bastian hingga ia hamper terjatuh. Itu bukan bagian dari pelanggaran hingga pertandinganpun tetap dilanjutkan.

Kini Wanita berpayudara besar ini tengah menggojek bola seorang diri. Ia terlihat bermain solo karena rekanya berada cukup jauh dari tempat ia berlari. Sehingga ia memutuskan membawa bola itu seorang diri kedepan. Ketika ia berlari, Terlihat Payudara Besarnya juga ikut berguncang keatas dan kebawah. Hal itu sedikit membuat salah seorang Tim Pria berdiam diri melihatnya. Matanya terus membelalak namun tak satupun ada yang tahu apa yang ia lakukan. Akhirnya Lukman bersiap kembali menerima tendangan bola dari lawannya.

Duuuggg.

Dari Jarak yang terbilang Jauh, wanita yang telah membawa bola seorang diri, melancarkan seranganya. Namun Tendangan kencang dari kaki yang sedikit berbulu itu berhasil di tampik oleh Lukman dengan sigapnya. Bola langsung terpental kearah kiri. Namun Lukman tak sadar bahwa Poppy yang telah berada diarah tersebut. Melihat kesempatan ini Poppy langsung menendang Bola kearah Gawang .

Duggg.

GOOLLLLLL..

Poppy bersorak dengan riangnya. Ia berlarian sambil mengangkat tangannya keatas. Lukman kembali terlihat kecewa, ia melayangkan tinju keudara untuk meluapkan rasa kecewanya karena tidak bisa menjaga gawang Timnya dengan baik. Akhirnya mereka berkumpul sejenak dan dengan singkat membuat Strategi penyerangan balik. Mereka sudah menemukan kunci dari Tim Lawan. Yaitu
Cewek yang potongan rambut laki lakii, sama cewek yang Toketnya gede Sahut Rifki selaku kapten Tim

Semuanyapun bersiap melanjutkan pertandingan. Dengan strategi ini. tim Pria melalui Bastian telah mencetak gol yang pertama. Mereka bersorak, namun mereka terlihat tidak puas. Bagaimana tidak walaupun mereka berhasil mencetak gol tetap saja, lawan mereka ada wanita. Namun ini bukan permasalahan gender, ini tetap pertandingan yang adil. Akhirnya pertandingan terus beralu hingga wasit meniup Pluit tanda babak pertama telah usah. Score sementara adalah 4 untuk tim wanita dan 1 untuk Tim Pria.

Ahh gila, gak nyangka gue mereka sehebat itu. Kalau sampe kalah kita bisa malu banget nih, masa dikalahin sama cewek sih sahut Arka sambil meluruskan kakinya.

Ahhh elu sih Luk, masa tendangan kaya tadi aja gak bisa nangkis sihProtes Rifki
Ahhh coba deh lu diposisi gua, mana bisa konsen gue kalau lawanya toketnya kaya gitu, mana goyang goyang terus lagi. Yah fokus gue ilang lahh Sahut Lukman mencari pembenaran

Ahhh tetep aja, dah ntr babak kedua biar aku aja yang jadi kipper, payah ahh kamu Luk. Gak kayak biasanya nihhSahut Bastian menawarkan diri.

Akhirnya Pertandingan keduapun dimulai. Semua tim berkumpu ditengah lapangan untuk membicarakan sesuatu. Lebih tepatnya Tim Wanita asik menyindir kekalahan tim Pria.

Ahhh payah nih, masa kalah sama kita-kita, perasaan lu pada deh yang nantang kita Sahut Poppy sambil menenteng tangannya dipinggang.

Eeeet tadi kan baru permulaan, lihat aja nanti, Gak akan aku biarkan bola kalian masuk ke gawangku. Seru bastian dengan percaya diri.

Ohh jadi Lo sekarang Kipernya oke kita lihat kemampuan lo tantang Poppy.

Ahh ini gara gara saah satu dari Tim kalian nih, Tim aku jadi gak fokus Sahut Lukman tiba tiba

Siapa jawab wanita berambut panjang dengan badan kurus.

Ituu dia, bikin gak fokus aja jawab Lukman sambil menunjuk kearah wanita berpayudara besar yang tengah berdiri paling belakang.

Ohhh Pastii gara gara toketnya yaaah Jawab wanita tadi sangat lugas.

udah udah yok lanjut lagi. Buang buang waktu nih

Prittttt.

Wasit meniupkan Pluit dan babak keduapun dimulia. Beberapa menit setelah Pluit berbuny permainan langsung memandas. Saling serang dan saling hadangpun terjadi. Terlihat antar kedua tim tak segan saling sikut menyikut. Namun nampaknya tim Pria sengaja melakukannya.

Ahhhh Sengajaa loo yaaa Teriak seorang wanita sambil menggerutu.

Namun hal itu tidak menjadi permsalahan yang besar dan pertandingan tetap dilakukan. Gol berulang kali terjadii, namun kali ini Tim Pria yang menguasai permainan. Score kali ini hamper seimbang tim wanita 5, tim Pria 4. Nampaknya Bastian mampu menahan serangan- serangan dari Lady Futsal yang terus bersemangat itu. Terlihat dipinggir lapangan, rekan rekan Tim Wanita yang sebelumnya bermain di lapangan 2 asyik menyaksikan pertandingan kami. Nampaknya mereka telah selesai dengan pertandingan mereka sendiri.

Dengan kehadiran dari kawan meraka yang terus menyoraki dan member sembangat tim anita. Membuat Tim Wanita semakin semangat menyerang kami. Poppy yang bertindak sebagai kapten tim tengah menguasai Si Kulit bundar. Sementara rekan setimnya tengah dihadang oleh tim Pria. Akhirnya Poppy berlari seorang diri dan terus mendekat kearah gawang yang dijaga oleh Bastian.

Dugg Duuggg

Bola terus bergulir dengan indahnya. Permainan Poppy ternyata begitu mengagumkan. Potongan rambutnya yang pendek bak seorang lelaki membuatnya tidak terlihat seperti seorang wanita diatas lapangan berumput sintetis itu. Kini Poppy sudah bersiap melayangkan serangan. Didepan Gawang Bastian juga telah mengambil posisi. Ia melebarkan kakinya dan bersiap menerima kemungkinan yang ada. Dengan cepat ia mencoba menebak arah bola yang akan dilayangkan oleh Poppy.

Duuggg.

Bolapun melayang kearah sudut kiri atas gawang. Namun bastian sudah menebak arah bola akan kesana, sehingga iapun mencoba menghalau bola. Namun Bola tidak bisa ia tangkap, melainkan terpental kembali kearah Poppy dengan cepat Poppy juga membaca arah balik Bola sehingga ia bersiap melancarkan serangan lagi. Ia mengambil kuda kuda, dan sekuat tenaga ia gerakan kaki kanannya kearah Bola yang menghampirinya.

Duaaggggg

Bola Ia tending dengan kencangnya, hingga suara tendangan tersebut memenuhi seisi Stadiun. Dengan kecepatan yang begitu kencang, Bla mengarah ke gawang kembali namun naas. Bola yang begit kencang it uterus mengarah menuju tengah gawang. Dan ternyata arah Bola yang berputar itu tepat menuju.

ARCCGGGGGGGGGG

Bola berhenti dan tidak masuk kedalam gawang. Namun Tiba Tiba Bastian tersungkur kerumput. Ia terlihat merintih kesakitan.

Auuhhhhhh.

Awwwwwww..

Adaaah adaaaahhhh.

Semua berteriak senada ketika Bola yang ditendang oleh Poppy dengan kencangnya itu melesak tepat menuju kemaluan Bastian. Sontak Bastian langsung memegang batang kemaluannya yang ia rasa begitu sakit. Ia terus menundukan tubuhnya, tersungkur sambil berteriak kesakitan.

Ercchhhhhgghhhhh.
.

Melihat hal itu semuanya langsung menuju pada Bastian. Semuanya Nampak panik, namun beberpa teman Prianya terutama Willy dan Rifki justru tertawa terbahak bahak melihat temanya tengah kesakitan.

Sahut bastian Dalam hati. Cukup ama Bastian tersungkur hingga membuat semuanya menjadi panik.

PoV Bastian

Aduhh Sialan tu cewek, Juniarku dia tending lagii. Aduhhhh Mulesss bangeeettt. Aduuhhhhh hmmmm
Sahutku dalam hati

Tiba tiba pandanganku sedikit kabur. Dan aku semakin tersungkur ditanag. Benar benar sakit. Baru kali ini penisku ditendang oleh Bola dengan begitu kerasnya. Aduh apakah penisku baik baik saja. Aduuhh sialan tuh cewe tomboy satu ituuu.

Heeeiii Bass loo gak Apa apaa. Sahut Rifki yang kini mulai terlihat khawatir,

sori Sori yah tadi guee gak sengaajaaa, Gak apa apa kann

Kudengar suara seorang wanita yang begitu indah. Suaranya seperti melupakan rasa sakitku secara tiba -tiba. Lalu perlahan kubuka mata. Semua orang sudah menggerumbung disekelilingku. Namun ketika aku buka Mata, wanita yang tadi menendangku tengah berada didekat tubuhku. Ia Nampak merasa bersalah akan apa yang tak sengaja ia lakukan. Namun aku kembali terdiam. Lalu kuperhatikan sosok wanita dihadapanku ini lebih detail lagi, kenapa Wajahnya begitu mengingatkan aku akan seseorang. Rambutnya pendek dan ternyata ia mengenakan Behel.

Heeeiii Soreeeiii yaaah, gue gak sengajaa Sahutnya lagi memohon kepadaku.

Iyaaaa Iyaa gak apaaa apaaa Jawabku perlahan

Ahhh bikin gua kawatir aja Bas, gue kira lu bakal lumpuh selamanya. Hahahaha Sahut Rifki

Akhirnya kamu memutuskan menghentikan pertandingan. Dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang kami sempat bersalaman dengan wanita yang telah mengalahkan kami siang ini. Willy memapahku menuju mobil. Walau rasa nyerinya sudah hiang namun kirasakan otot di pangkal pahaku seikit sakit. Nampaknya aku sedikit keseleo dibagian itu. Aduuh. Aku jadi sedikit sudah berjalan.

Akhirnya Rifki menawarkan untuk mampir kerumahnya, ia menyarankan agar penisku di kompres dirumahnya nanti. Akhirnya kami sepakat dan segera menuju kediaman Rifki yang tak jauh dari Lapangan Futsal ini. namun ternyata teman temanku yang lain tidak bisa ikut. Katanya mereka ada urusan. Akhirnya hanya Aku, Lukaman dan Willy saja yang ikut menuju rumah Rifki.

Didalam Mobil Willy aku kembali berdiam diri. Dan mengatur nafas agar tubuhku menjadi tenang.

Aduuhh apes banget dahh, niat pengen olahraga malah kepentok Sahutku lirih.

Hahahaha, ada ada aja kamu Bass. Untung tu Kontol kaga pecah, kalau iya bisa ditinggal kamu sama Tante Ocha. Hahahahaha Sambil nyetir Willy terus meledekku.

Tak lama berkendara, akhirnyya kami sampai dirumah kediaman orang tua Rifki. Baru masuk gerbangnya saja dapat kuketahui kalau Rifki ini memang anak orang kaya. Gerbang rumahnya begitu besar dengan sejumlah penjaga didepannya. Dan ketika parkir didepan Halaman Rumah yag bergaya Mediterania terlihat berbagai mobil Mewah terparkir dengan begitu Rapi.

Widiih, si Rifki ternyata ana gedongan yah

Yah iya lah, Ayahnya pengusaha, Ibunya anggota DPR gimana gak kaya coba tuuh jawab Willy sambil mematikan mesin mobil

Yuuk turun, bisa jalan gak kamu? Sahut Willy sambil membuka pintu mobil.

Bisaa lah, kaya apa aja sampe gak bisa jalan.

Setelah memarkir mobilnya Rifki menghampiriku.

GImana Bas konti lu, masih aman kan sahut Rifki dengan maksud meledek

Aman-aman jawabku singkat

Yah udah masuk yuk, Ntr gue siapin kompres.. ajak Rifki mempersilahkan masuk kedalam rumahnya.

Akhirnya kami semua masuk kedalam rumah yang begitu besar itu. Pintu besar yang terbuat dari katu jati tebal itu terbuka dan didalam kulihat bagaikan sebuah istana. Segala perabot dan pernak pernik didalam rumah ini bergitu terlihat mewah. Dari Lukisan dan berbagai patung ukiran dapat kutebak bahwa kedua orang Tua Rifki ini memiliki selera seni yang begitu Tinggi. Kemudian kami di persilahkan menunggu di Ruang tengah rumah ini kamipun menuju sana dan segera duduk diatas Sofa dari kulit yang begitu mewah dan indah.

Kalau bukan kongomerat gak mungkin nih punya rumah kaya gini, gilaaa.. kataku dalam hati.

Ehh guys, tunggu bentar yah, gue buatin minum. Tunggu yah Bas. Ntr Gue ambil kompresnya dulu

Ok Brooo, Aku air putih aja yah. Jawab Willy

Bi Salma, tolong buatin Minum yaah Seru Rifki sambil masuk kedalam dapurnya.

Sembari menunggu Rifki meminta Minum dan mengambil kompres untuku. Kulihat lagi keindahan seisi rumah ini. Mataku terus berputar putar melihat seisi hiasan yang memenuhi dinding rumah yang berwarna Kream itu. Lalu mataku terhenti pada sebuah Foto keluarga yang begitu Besar. Kulihat itu adaah Foto kelurga Rifki bersama orang tua dan kedua Kakaknya. Lalu aku merasa ada yang sedikit aneh dari foto tersebut. Aku terus perhatikan foto Ibunya Rifki, sepertinya aku kenal dengan wajah itu. Bukanya itu. Namun ketika aku tengah memperhatikan foto tersebut Rifki datang dan membuyarkan pikiranku.

Itu Ayah Ibu dan kedua Kakak ku Bas, oh iya nih Kompres anu kamu pake ini biar gak bengkak. Sahut Rifki sambil memberikanku handuk yang telah direndam dengan air dingin.

Ohh iya makasih Rifjawabku

Orang tua kamu sama kakak kakak kamu kemana Rif? tanyaku sambil menaruh Handuk dingin itu didalam celanaku.

Kalau Ayahku sih di Singapur dia ngurusin bisnisnya disana, tuh bareng Papanya Willy juga, Terus kedua kakaku sekarang dah nikah semua dan punya rumah sendiri akhirnya disini Cuma aku sama Ibu aja. Jawab Rifki.

terus Ibu kamu sekarang dimana Tanyaku lagi.

Yah kalau jam segini ya masih di Senayan Bas. Paling sore dia baru balik, yah gitu lah kan kebetulan Ibu aku itu anggota DPR jadi yah aku jarang juga sih kumpul sama Ibu. Jawab Rifki

Iyaa Aku tahu Ibu kamu itu Anggota DPR soalnya, Ibu Kamu kan pernah gumamku dalam hati

Ehh gila yah hari ini. kita dikalahani coba sama cewek, malu juga sih sebenernya Ujar Willy

Iya nih, masa dikalahin sama Cewe, ah ini gara gara Luu sih Man, diawal kita dah kalah Seru Rifki menyalahkan Lukman

Alaahh tahuuu ahh, gue masi kebayang nih sama yang toketnya gede tadi Guman Lukman yang sedari tadi memejamkan matanya dan bersender di sofa.

Ehhh tadi ada yang sempet minta nomor atau pin mereka gak? Tanya Willy

Ahhh Boro boro, namanya aja gue lupa, lu Bas? Sahut Rifki

Apa lagi aku, kan tahu sendiri tadi ada Eksiden Jawabku

Ahhh sayang banget, padahal mereka tadi cantik cantik tahu, ada yang semok lagi Sahut Willy.

Akhirnya kami beristrahat menghilangkan lelah dirumah Rifki. Namun perlahan lahan mataku mulai sedikit berat dan tak sadar aku mulai tertidur diatas sofa.

Zzzzzzz..

Author: 

Related Posts